JURNAL ANALISIS PENGARUH NET INTEREST …karyailmiah.narotama.ac.id/files/ANALISIS PENGARUH NET...1...

22
JURNAL DISUSUN OLEH: OCTAVIANA AFONSO AKBAR BABA NIM : 01111003 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA 2016 ANALISIS PENGARUH NET INTEREST MARGIN (NIM),NON PERFORMING LOANS (NPL), DAN LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR) TERHADAP PROFITABILITAS BANK (STUDI KASUS PADA BANK UMUM SYARIAH PERIODE 2010-2015)

Transcript of JURNAL ANALISIS PENGARUH NET INTEREST …karyailmiah.narotama.ac.id/files/ANALISIS PENGARUH NET...1...

JURNAL

DISUSUN OLEH:

OCTAVIANA AFONSO AKBAR BABA

NIM : 01111003

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS NAROTAMA

SURABAYA

2016

ANALISIS PENGARUH NET INTEREST MARGIN (NIM),NON PERFORMING

LOANS (NPL), DAN LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR)

TERHADAP PROFITABILITAS BANK

(STUDI KASUS PADA BANK UMUM SYARIAH PERIODE 2010-2015)

1

ANALISIS PENGARUH NET INTEREST MARGIN (NIM), NON

PERFORMING LOANS (NPL), DAN LOAN TO DEPOSIT RATIO (LDR)

TERHADAP PROFITABILITAS BANK

(STUDI KASUS PADA BANK UMUM SYARIAH PERIODE 2010-2015)

Octaviana Afonso Akbar Baba

Universitas Narotama

Nurul Aini

Rony Wardhana

Universitas Narotama

ABSTRACK

This research is performed in order to test the influence of Net Interest

Margin (NIM), Non Performing Loans(NPL), and Loan to Deposit Ratio (LDR)

toward Return on Asset(ROA) at Sharia Bank in Indonesia period 2010-2015.

Sample that used in this study are 8 Sharia Banks in Indonesia in Indonesia

period 2010-2015.

The data is secondary data the form publicity annual financial report period

2010-2015 that taken from the official website of each bank. Analysis technique

used are multi linear regression and data processed using SPSS 16.0 for windows.

The result of the research show that variable NIM is positive not significant

influence variable ROA, this is because the significant value of variable NIM is

0.291 and the value of the coefficient trasformation regression is 0,069. Variable

NPL is negative significant influence variable ROA, this is because the significant

value of variabel NPL is 0,038 and the value of the coefficient trasformation

regression is -0,216. Variable LDR is negative not significant influence variable

ROA, this is because the significant value of variabel LDR is 0,614 and the value

of the coefficient trasformation regression is -0,005. Variable NIM, NPL, and

LDR aren’t significant influence variable ROA, this is because the significant

value is 0,069.

Keywords: Net Interest Margin (NIM), Non Performing Loans (NPL), Loan To

Deposit Ratio (LDR), Return On Asset (ROA)

LATAR BELAKANG

Bank yang dalam kegiatan operasinya memiliki peran sebagai lembaga

perantara dalam bidang keuangan/moneter antara pihak yang memiliki dana lebih

dengan pihak yang sedang berada dalam keadaan membutuhkan dana/uang.

Fungsi bank sebagai lembaga intermediasi ini membuat bank memiliki

posisi/kedudukan yang amat strategis, yakni sebagai pendukung kelancaran sistem

pembayaran, pelaksana kebijan keuangan dan alat pencapaian stabilitas sistem

keuangan, sehingga diperlukan perbankan yang sehat, transparan dan dapat

2

dipertanggung jawabkan. Kebijakan perbankan pada dasarnya memiliki tujuan

agar dapat mendukung pelaksanaan pembangunan dalam usaha meningkatkan

pertumbuhan di bidang ekonomi dan stabilitasasi nasional supaya masyarakat

Indonesia memiliki tingkat kesejahteraan yang semakin meningkat. Kebijakan

dari sisi perbankan sebisa mungkin diarahkan untuk memperbaiki kinerja bank,

baik secara individu maupun perbankan nasional.

Bank syariah pada pada masa awalnya dibentuk dari respon kelompok

pelaku ekonom dan para praktisi dibidang bisnis perbankan berdasarkan prinsip

Islam yang memiliki tujuan menampung permintaan dari beberapa pihak dimana

yang mengharapkan supaya tersedia adanya jasa transaksi moneter yang

dijalankan menurut nilai-nilai moral dan prinsip-prinsip dalam syariah Islam.

Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan,

sebagaimana kemudian telah dirubah/diganti menjadi Undang-Undang Nomor 10

Tahun 1998, bank syariah secara resmi telah diperkenalkan kepada masyarakat

hingga bertumbuh pesat seperti saat ini.

Seiring dengan pesatnya perkembanganBank Umum Syariah di Indonesia,

ditemukanpermasalahan di tengah kondisi ekonomi yang kurang membaik.

Industri perbankan syariah mencatatkan peningkatan pemburukan kualitas, meski

masih dalam batas yang bisa ditoleransi..

Berdasarkan fakta atas permasalahan yang terjadi pada bank umum

syariah, serta pentingnya penerapan manajemen resiko dan permodalan untuk

meminimalisir resiko yang dapat berdampak pada profit perusahaan bank umum

syariah dan di dukung dengan hasil temuan penelitian sebelumnya tersebut, maka

peneliti ingin menguji apakah terdapat pengaruh pada ketiga variabel tersebut.

Penelitian ini memilih objek dengan menggunakan Bank Umum Syariah (BUS)

yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode waktu 2010-2014

sebagai objek penelitian.Dengan demikian, penelitian yang dilakukan diberi judul

“Analisis Pengaruh Net Interest Margin (NIM), Non Performing Loans(NPL)

dan Loan to Deposit Ratio (LDR) Terhadap Profitabilitas Bank (Studi Kasus

Pada Bank Umum Syariah Periode 2010-2015”.

Rumusan Masalah:

1) Apakah Net Interest Margin (NIM) berpengaruh signifikan terhadap

profitabilitas Bank Umum Syariah pada periode 2010-2015?

2) Apakah Non Performing Loan (NPL) berpengaruh signifikan terhadap

profitabilitas Bank Umum Syariah pada periode 2010-2015?

3) Apakah Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh signifikanterhadap

profitabilitas Bank Umum Syariah pada periode 2010-2015?

4) Apakah Net Interest Margin (NIM), Non Performing Loan (NPL), dan

Loan to Deposit Ratio (LDR) secara bersama-sama berpengaruh signifikan

terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah pada periode 2010-2015?

TINJAUAN PUSTAKA

Penelitian Terdahulu

Julita (2011) meneliti pengaruh Non Performing Loan dan Capital

Adequacy Ratio terhadap Return OnAsset. Populasi yang dipergunakan di dalam

penelitian ini ialah perusahaan/lembaga perbankan yang terdaftar/listed di BEI

3

yaitu berjumlah 31 perusahaan/lembaga. Sampel yang dipergunakan dalam

penelitian ini adalah sebanyak 13 perusahaan/lembaga. Analisis data yang

digunakan adalah regresi liner berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

NPL berpengaruh signifikan terhadap ROA, CAR tidak berpengaruh signifikan

kepada ROA..

Wibowo dan Saichu (2013) meneliti pengaruh tingkat suku bunga, inflasi

rupiah, CAR, BOPO, NPF terhadap profitabilitas. Populasi yang dipergunakan

dalam penelitian ini iaalah bank-bank syariah yang terdaftar/listed di BI pada

tahun 2008-2011. Sampel yang dipergunakan dalam penelitian ialah Bank Mega

Syariah, Bank Muamalat Indonesia serta BSM (Bank Syariah Mandiri). Analisis

data dengan mempergunakan analisis regresi berganda/multiple regression. Hasil

penelitian dapat menunjukkan bahwa variabel CAR, NPF, Inflasi, dan Suku

Bunga tidak mrmiliki berpengaruh signifikan kepada ROA. BOPO berpengaruh

negatif signifikan kepada ROA.

Sukma (2013) meneliti pengaruh DPK, tingkat kecukupan modal, dana

resiko kredit terhadap profitabilitas. Populasi yang diambil dalam

penelitian/research ini adalah perusahaan-perusahaan perbankan yang

terdaftar/tercatat di BEI pada tahun 2009 sampai dengan 2011. Sedangkan sampel

yang digunakan, diambil/ditentukan dengan menggunakan cara/metode purposive

sampling dan diperoleh 28 perusahaan. Analisis yang dipergunakan/dipakai

adalah regresi linier berganda (multiple regression). Hasil penelitia yang

diperoleh/dihasilkan adalah dana pihak ketiga dan Capital Adequacy Ratio tidak

berpengaruh signifikan kepada profitabilitas pada perusahaan perbankan. Resiko

kredit yang diwakili rasio Non Performing Loan mmeiliki pengaruh negatif

signifikan kepada profitabilitas yang diukur dengan rasio Return On Asset.

Manikam dan Syafruddin (2013) meneliti pengaruh Capital Adequacy

Ratio, Net Interest Margin, Loan to Deposit Ratio, Non Performing Loan dan

BOPO terhadap profitabilitas bank persero di Indonesia periode 2005-2012.

Sampel yang digunakan adalah seluruh Bank BUMN atau Bank Persero yang

terdapat di Indonesia. Analisa yang dipergunakan dalam penelitian ini ialah

regresi linier berganda/multiple regression. Hasil dari penelitian ini

memperlihatkan bahwa Loan to Deposit Ratio dan Capital Adequacy Ratio tidak

memberikan pengaruh/efek yang signifikan kepada profitabilitas bank persero.

NIM memberikan pengaruh/efek positif signifikan untuk tingkat profitabilitas

bank persero. Rasio Non Performing Loan dan rasio Biaya Operasi terhadap

Pendapatan Operasi memberikan pengaruh/efek negatif signifikan

kepada/terhadap tingkat profitabilitas Bank Persero.

Eng (2013) meneliti pengaruh Net Interest Margin, Capital Adequacy Ratio,

Loan to Deposit Ratio, Operational Efficiency, Non Performing Loanterhadap Return

On Assets, menggunakan sampel 7 bank go public dalam kategori bank Internasional

dan Bank Nasional. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan

menggunakan alat analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini

menunjukkan/memperlihatkan bahwa Net Interest Margin signifikan dan positif

mendorong peningkatan Return On Assets. Loan to Deposit Ratio memiliki pengaruh

negatif dan signifikan kepada Return On Assets. Non Performing Loan memiliki

pengaruh signifikan dan negatif kepada Return On Assets. Capital Adequacy Ratio dan

BOPO tidak berpengaruh kepada Return On Assets.

4

Landasan Teori

Perbankan

Kasmir (2008:2) mendefinisikan Bank merupakan suatu lembaga/organisasi di

bidang keuangan/moneter dimana dalam kegiatan utama usahanya adalah

menghimpun dana-dana dari masyarakat dan untuk kemudian menyalurkan kembali

dana/uang yang sudah didapat tersebut kemasyarakat luas serta memberikan pelayanan

jasa Bank lainnya. Sedangkan Veithzal Rivai (2007:321) berpendapat bahwa banyak

Bankers dan pakar perbankan yang sepakat mendefinisikan Bank sebagai sebuah badan

usaha yang kegiatan operasinya menerima dana/uang yang didapat dari keelompok

masyarakat dan kemudian menyalurkan kembali untuk memperoleh mendapatkan

keuntungan serta melayani jasa-jasa dalam transaksi pembayaran.

Berdasarkan penjelasan mengenai definisi perbankan tersebut, bisa dijelaskan

bahwa Bank merupakan badan usaha yang dalam melaksanakan kegiatannya

melibatkan masyarakat, baik sebagai penyimpan dana di Bank maupun dalam pihak

peminjam/penerima dana/uang dari Bank. Untuk bisa menjalankan/mengoperasikan

kegiatannya tersebut Bank harus mampu meminimalkan risiko usaha agar pihak Bank

dan pihak masyarakat yang terlibat bisa terhindar dari risiko yang bisa lebih besar dari

kegiatan tersebut.

Bank Umum Syariah

Sistem keuangan dan perbankanIslammerupakan bagian dari konsep yang lebih

luas mengenai ekonomi Islam, dimana tujuannya, sebagaimana yang dianjurkan oleh

para ulama, adalah memberlakukan sistem nilai dan etika Islam ke dalam lingkungan

ekonomi.Atas dasar etika inilah, maka keuangan dan perbankanIslam bagi kebanyakan

muslim bukan sekedar sistem transaksi komersial saja. Persepsi Islam dan transaksi

finansial tersebut dilihat oleh para kalangan Islam menjadi suatu kewajiban agama.

Kemampuan organisasi keuangan Islam mendapatkan investor dengan sukses tidak

cuma bergantung pada kemampuan organisasi tersebut mendapatkan laba, tetapi juga

pada pandangan bahwa organisasi tersebut secara konsisten memperhatikan aturan

yang diberlakukan dalam Islam (Arifin, 2009:16).

Zakaria (2005:192), menyatakan bahasa Bank Islam sebenarnya sama dengan

Bank konvensional pada umumnya kecuali kegiatannya yang berlandaskan hukum

Islam. Meskipun operasional dari Bank Islam berdasarkan syariat Islam, namun untuk

para customer dari BankIslam tidak harus yang beragama Islam saja. Siapapun boleh

menjadi customer dari BankSyari’ah, asalkan customer tersebut setuju dan mematuhi

hukum Islam yang diterapkan oleh perbankan tersebut. Bank Syari’ah sendiri dibangun

dengan maksud untuk memperkenalkan dan mengembangkan penerapan hukum

syariah Islam, Syari’ah dan segala tradisi dalam transaksi-transaksi finansial dan

perbankan juga bisnis/kegiatan lainnya yang terkait. Prinsip utama yang diakui oleh

Bank silam adalah (Arifin, 2009:3):

1) Larangan riba dalam berbagai bentuk transaksi.

2) Melakukan kegiatan usaha dan perdagangan berdasarkan perolehan keuntungan

yang sah.

3) Memberikan zakat.

Bank Syari’ah sendiri dibangun dengan maksud untuk memperkenalkan dan

mengembangkan penerapan hukum syariah Islam, Syari’ah dan segala tradisi dalam

transaksi-transaksi finansial dan perbankan juga bisnis/kegiatan lainnya yang terkait.

Prinsip utama yang diakui oleh Bank silam adalah (Arifin, 2009:3):

5

Net Interest Margin (NIM)

Net Interest Margin (NIM) adalah sebuah rasio keuangan dimana

merupakan hasil/perhitungan dari memperbandingkan jumlah pendapatan dari

bunga terhadap aktiva, dan juga merupakan perhitungan hasil dari perhitungan

selisih diantara bunga simpanan terhadap bunga pinjaman.

Koch dan Scott (2000) menjelaskan kegunaan Net Interest Margin (NIM)

penting untuk tujuan mengetahui kinerja bank dalam mengelola/memanage risiko

dari suku bunga/rate. Pada saat rate/suku bunga terjadi fluktiasi, pendapatan

bunga dan biaya bunga bank juga akan ikut berfluktuasi. Sebagai contoh saat

tingkat bunga naik, baik pendapatan bunga maupun biaya bunga juga akan bisa

mengalami kenaikan karena beberapa aset dan kewajiban bank akan dihargai

dalam tingkat yang lebih tinggi/baik.

Sedangkan kegunaan Net Interest Margin (NIM) dijelaskan/diterangkan

oleh Almilia dan Herdiningtyas (2005) menyatakan bahwa NIM adalah rasio yang

mengindikasikan kemampuan pihak perbankan dalam mengatur harta produktif

yang dimiliki untuk mendapatkan hasil perolehan pendapatan bunga/interest

bersih. Pendapatan bunga bersih dihasilkan dari hasil pendapatan bunga/interest

setelah sebelumnya dikurangi dengan beban/biaya bunga. Semakin besar nilai dari

NIM maka hal tersebut mengindikasikan meningkatnya pendapatan bunga

terhadap harta produktif yang dimanage bank sehingga kondisi yang

kemungkinan pihak bank berada di kondisi yang bermasalah menjadi makin

minim.

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa kegunaan Net interest

Margin (NIM) antara lain adalah untuk menilai kemampuan manajemen sebuah

bank dalam mengelola/me-manage aset produktif yang mereka dimiliki untuk bisa

menghasilkan pendapatan bunga/interest bersih. Rumus:

:

Net interest Margin(NIM) = x 100%

Non Performing Loan (NPL)

Penyaluran kredit/dana tanpa terlebih dahulu melakukan analisa dengan

baik akan berisiko memberikan merugikan bagi bank. Nasabah bisa saja

memberikan data-data yang tidak benar, sehingga ada kemungkinan kredit

seharusnya tidak layak diberikan, akan tetapi tetap diberikan. Kemudian apabila

terjadi kesalahan menganalisa, maka kredit yang disalurkan dimana seharusnya

tidak layak tetapi menjadi layak diberikan, sehingga akan mengakibatkan sulitnya

melakukan penarikan dana atau terjadi kredit bermasalah/macet. Penyebab

terjadinya kredit yang bermasalah ini sebenarnya ada yang dapat dikendalikan dan

ada yang memang tidak dapat dikendalikan oleh pihak manajemen bank. Faktor

salah dalam melakukan analisis, ketidak jujuran pengisian data dari debitur

merupakan penyebab terjadinya kredit yang bermasalah yang bisa dikendalikan

oleh pihak manajemen bank sehingga masih bisa dilakukan perbaikan dengan cara

melakukan analisa yang lebih baik lagi kepada debitur dan melakukan

peningkatan kinerja dari lembaga perbankan saat melaksanakan analisis data.

Penyebab lain yang mungkin disebabkan karena bencana alam yang hal tersebut

tidak dapat dihindari oleh pihak nasabah, misalnya kebakaran, atau bencana alam.

Menurut Siamat (2001:174) menerangkan bahwa kredit bemasalah atau

kredit macet merupakan pinjaman yang mengalami permasalan pembayaran

6

akibat berbagai alasan baik faktor karena disengaja dan atau dikarenakan adanya

faktor-faktor eksternal yang berada diluar kendali dari pihak debitur. Kredit

bermasalah memperlihatkan suatu kondisi yang mana persetujuan pengembalian

pinjaman mengalami risiko gagal bayar, dan bahkan bisa menuju atau mengalami

tingkat kerugian yang potensial. Perlu menjadi catatan bahwa menganggap kredit

macet hanya disebabkan kesalahan nasabah merupakan sebuah hal yang tidak

benar. Kredit bermasalah menjadi bermasalah dapat disebabkan oleh banyak

faktor baik faktor yang bersumber dari nasabah, dari keadaan internal dan dari

pihak yang memberikan kredit (pihak bank). Rumus:

Non Performing Loans (NPL) =

Loan to Deposit Ratio (LDR)

Loan to Deposit Ratio (LDR) menurut Riyadi (2006:195) merupakan hasil

memperbandingkan antara total kredit/dana yang disalurkan oleh pihak bank dengan

total dana yang merupakan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang bisa dihimpun oleh pihak

perbankan. Sedangkan menurut Abra dan FX Sugiyanto (2008) LDR merupakan

tingkat rasio/perbandingan kredit terhadap dana yang diterima dari dana pihak ketiga.

Dari penyataan di atas dapat disimpulkan/dijelaskan bahwa pengertian Loan to Deposit

Ratio (LDR) merupakan rasio keuangan yang merupakan hasil perhitungan dari

perbandingan antara jumlah kredit yang dikucurkan atas Dana Pihak Ketiga (DPK)

yang sudah bisa diperoleh lembaga perbankan.

Menurut Almilia danHerdiningtyas (2005) Loan to Deposit Ratio (LDR)

digunakan untuk mengukur likuiditas suatu bank dengan melakukan pembagian

terhadap jumlah kredit dengan jumlah dana. Loan to Deposit Ratio (LDR) juga

merupakan/adalah rasio yang mengindikasikan kemampuan dari suatu lembaga

perbankan dalam menyediakan dana/uang untuk para debiturnya dengan menggunakan

modal yang sudah dimiliki oleh pihak bank berikut juga dana/uang yang dapat

dikumpulkan dari masyarakat. Rumus:

Rumus Loan to Deposit Ratio (LDR) : x 100%

Rasio ProfitabilitasReturn on Asset (ROA)

Profitabilitas sebuah perusahaan merupakan ukuran yang mencerminkan

tingkat pengembalian yang diterima dari para pemegang saham dalam bentuk

profitabilitas dari penanaman modal. Profitabilitas dapat diukur melalui rasio

profitabilitas, yang didasarkan pada tingkat penjualan yang dihasilkan/dicapai oleh

perusahaan atau investasi yang sudah ditanamkan terhadap perusahaan (Khan dan Jain,

2007:618).Rasio profitabilitas menggambarkan keuntungan yang dihasilkan dari

kemampuan bisnis perusahaan (Rao, 2006:99).

Rasio rentabilitas/profitabilitas ini menunjukkan tingkatan sebuah perusahaan

dalam memperoleh laba/keuntungan lewat sumber daya yang ada misalnya usaha

operasional penjualan, kas, ekuitas, SDM, jaringan, dan lain-lain. Rasio yang

memperlihatkan kemampuan sebuah perusahaan menghasilkan keuntungan atau

disebut dengan operating ratio.

Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen perusahaan

dalam memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan (Harahap, 2001:305).

Rumus:

7

Return on Asset(ROA) : x 100%

Kerangka Konsep Penelitian

Kerangka dalam penelitian adalah sebagai berikut:

Gambar Kerangka Konsep Penelitian

Keterangan:

X1 : Net Interest Margin (NIM)

X2 : Non Performing Loan (NPL)

X3 : Loan to Deposit Ratio (LDR)

Y : Return On Assets (ROA)

: Hubungan Parsial/Sendiri-sendiri

: Hubungan Simultan/Bersama-sama

Hipotesis

Hipotesis 1 : Net Interest Margin (NIM) memberikan pengaruh yang signifikan

kepada profitabilitas Bank Umum Syariah pada periode 2010-2015.

Hipotesis 2 : Non Performing Loan (NPL) memberikan pengaruh yang signifikan

kepada profitabilitas Bank Umum Syariah pada periode 2010-2015.

Hipotesis 3 : Loan to Deposit Ratio (LDR) memberikan pengaruh yang signifikan

kepada profitabilitas Bank Umum Syariah pada periode 2010-2015.

Hipotesis 4 : Net Interest Margin (NIM), Non Performing Loan (NPL), dan Loan

to Deposit Ratio (LDR) secara bersama-sama/simultan memberikan

pengaruh yang signifikan kepada profitabilitas Bank Umum Syariah

pada periode 2010-2015.

METODE PENELITIAN

Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang dilakukan merupakan penelitian kausal. Penelitian kausal

ialah penelitian yang meneliti hubungan sebab akibat diantara dua variabel atau

lebih. Dalam sebuah penelitian/research kausal dapat diteliti pengaruh perubahan

dari variasi nilai dalam satu atau lebih variabel lain. Artinya, apakah perubahan

Net Interest Margin

(NIM) (X1)

Non Performing Loan

(NPL) (X2)

Loan To Deposit Ratio

(LDR) (X3)

Return On Asset (ROA)

(Y)

H1

H3

H2

H4

8

nilai dalam suatu variabel menyebabkan perubahan nilai dalam variabel lain

(Silalahi, 2009:33).

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Umum Syariah yang terdaftar di

Bursa Efek Indonesia periode tahun 2010 s/d 2015 yaitu sebanyak 11 Bank

Umum Syariah (11 bank x 6 laporan tahunan = 66firm years).

Tabel Bank Umum Syariah di Indonesia

No Nama Bank

1. PT. Bank BNI Syariah

2. PT. Bank Mega Syariah

3. PT. Bank Syariah Mandiri

4. PT. Bank BCA Syariah

5. PT. BRI Syariah

6. PT. Bank Jabar Banten Syariah

7. PT. Bank Muammalat Indonesia

8. PT. Panin Syariah

9. PT. Victoria Syariah

10. PT. Bank Syariah Bukopin

11. PT. Bank Maybank Syariah Indonesia

Teknik pengambilan sampel alam penelitian ini, peneliti menggunakan

sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu

(Sugiyono, 2012:85).

Pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 8 bank dengan

jumlah firm years sebanyak 48 firm years. Dari total populasi sebanyak 11 bank

umum syariah sebanyak 2 bank dikeluarkan dalam sampel karena tidak

mempublikasikan data secara lengkap yaitu Bank Muammalat Indonesia dan

Bank Jabar Banten Syariah, dan 1 bank dikeluarkan dari sampel karena bank

mengalami kerugian yaitu Bank Maybank Syariah. Sehingga dari 11 Bank Umum

Syariah yang dikeluarkan dari sampel sebanyak 3 bank.

Jenis, Sumber dan Teknik Pengambilan Data

Jenis data yang dipakai dalam penelitian ini ialah data kuantitatif, yaitu berupa

angka dan statistik. Adapun sumber data yang dipergunakan ialah sumber data

sekunder. Menurut Silalahi (2009:291), data sekunder adalah data-data yang

dikumpulkan dari pihak ke-2 maupun sumber-sumber lain yang ada. Sumber data

sekunder yang dipergunakan didalam penelitian ini ialah dokumen, literatur dan lainnya

sebagainya yang bisa mendukung penelitian ini. Sumber data yang dipergunakan

kedalam penelitian ini diperoleh dari web resmi masing-masing bank.

Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah berupa data sekunder yang

didapatkan dari berbagai publikasi, khususnya di laporan keuangan tahunan bank yang

diterbitkan oleh masing-masing bank.Teknik pengumpulan data yang digunakan

kedalam penelitian ini adalah dengan memakai teknik dokumentasi. Adapun data yang

dipergunakan dalam penelitian ini adalah data perusahaan perbankan syariah yang

terdaftar/tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun 2010 hingga 2015..

9

Definisi Operasional Variabel

Net Interest Margin (NIM) atau Net Core Operating Margin (NCOM) atau Net

Imbalan (NI)

NIM merupakan merupakan salah satu rasio yang bisa memperlihatkan

kemampuan manajemen bank dalam memanfaatkan aktiva produktifnya untuk

bisa memperoleh pendapatan bunga bersih. Pendapatan bunga bersih dihasilkan

dari pendapatan bunga setelah dikurangi dengan beban bunga. Semakin besar

angka pada rasio ini maka mengindikasikan meningkatnya penghasilan bunga dari

aset produktif yang bisa dimanfaatkan oleh bank sehingga kemungkinan bank

dalam kondisi bermasalah semakin kecil. Rumus:

Net interest Margin (NIM) = x 100%

Non Performing Loan (NPL) atau Non Performing Financing (FDR)

. NPL merupakan kredit yang bermasalah dimana debitur tidak dapat

melakukan pembayaran pokok pinjaman dan bunga pada saat jatuh tempo. Kredit

bermasalah dapat mengindikasikan adanua suatu kondisi yang mana persetujuan

pelunasan kredit mengalami risiko tidak terbayar, dan mungkin cenderung akan

menyebabkan kerugian yang potensial/besar. Kerugian potensial yang dimaksud dapat

berupa penghapusan kredit sehingga menimbulkan beban penghapusan kredit oleh

Bank dan hal ini akan mengurangi laba/keuntungan bersih Bank. Rumus:

Non Performing Loans (NPL) =

Loan to Deposit Ratio(LDR) atau Financing to Deposit Ratio (FDR)

LDR menunjukkan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga. Dari penyataan

tersebut maka Loan to Deposit Ratio (LDR) bisa simpulkan bahwa pada dasarnya

LDR adalah merupakan salah satu rasio keuangan yang merupakan hasil

memperbandingkan antara jumlah kredit yang disalurkan olah pihak bank terhadap

Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun oleh bank yang bersangkutan.

Rumus:

Loan to Deposit Ratio (LDR) : x 100%

ReturnOn Asset (ROA)

Return On Asset (ROA) merupakan salah satu rasio profitabilitas yang

menunjukkan perbandingan antara laba dengan total asset yang dimiliki bank.

Rasio ini menunjukkan tingkat efisiensi pengelolaan aset yang dilakukan oleh

bank yang bersangkutan. Rumus:

Return on Asset (ROA) : x 100%

Teknik Analisis Data

Uji Regresi Linear Berganda

Menurut Siagian & Sugiarto (2006:224), regresi linier berganda bertujuan

mempelajari hubungan linier lebih dari dua variabel independent. Dua variabel ini

dibedakan menjadi variabel bebas (x) dan variabel tak bebas (Y). Harinaldi (2005:207),

juga menjelaskan bahwa dalam analisis regresi berganda ini akan ditentukan persamaan

yang menghubungkan dua variabel yang dapat dinyatakan sebagai bentuk persamaan

10

pangkat satu (persamaan linier atau persamaan garis lurus). Uji regresi bergnada dalam

penelitian ini akan dilakukan sebanyak dua kali, dimana persamaan umum garis regresi

untuk regresi linier berganda yang pertama adalah:

Y1 = α + 1X1 + 2X2 + 3X3 + e

di mana:

Y1 = nilai estimasi variabel ROA

α = konstanta

1,2, 2= koefisien regresi variabel X

X1 = Variabel Net Interest Margin (NIM)

X2 = Non Performing Loan (NPL)

X3 = Loan to Deposit Ratio (LDR)

Pengujian Hipotesis

Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1) Uji Statistik F

Uji F/uji simulta/uji bersama-sama yang didalam analisis regresi linear berganda

uji ini bertujuan untuk mengetahui/melihat apakah variabel bebas (X) dalam secara

bersama-sama atau secara serempak/simultan bisa berpengaruh terhadap variabel

dependen.

2) Uji Koefisien Determinasi

Uji koefisien determinasi memiliki tujuan untuk melihat besaran atau

presentase dari total variasi dalam variabel terikat/dependen yang diterangkan oleh

varibel bebas/independen. Hasil perhitungan adjusted R² dapat dilihat pada hasil output

Model Summary. Pada kolom adjusted R² dapat dilihat seberapa besar nilai persentase

yang dapat dijelaskan/diterangkan oleh variabel-variabel bebas terhadap variabel

terikat. Sedangkan sisanya dipengaruhi/dijelaskan oleh variabel yang lain yang tidak

dipergunakan dalam penelitian ini

.

3) Uji Statistik t

Uji t (test of significance individual parameter) untuk menguji/melihat

pengaruh dari variabel bebas/independen terhadap variabel terikat/dependen secara

parsial.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Data dan Deskripsi Hasil Penelitian

Tabel Data NIM, NPL, LDR, dan ROA Bank Umum Syariah

Periode 2010-2015 No. Nama Bank Laporan Keuangan

Per

NIM/

NCOM/

NI

NPL/

NPF

LDR/

FDR

ROA

1 Bank BCA Syariah 31 Desember 2010 9,48% 1,20% 77,89% 0,78%

2 Bank BCA Syariah 31 Desember 2011 11,27% 0,15% 78,84% 0,90%

3 Bank BCA Syariah 31 Desember 2012 9,56% 0,10% 79,91% 0,84%

4 Bank BCA Syariah 31 Desember 2013 7,73% 0,10% 83,48% 1,01%

No. Nama Bank Laporan Keuangan

Per

NIM/

NCOM/

NPL/

NPF

LDR/

FDR

ROA

11

NI

5 Bank BCA Syariah 31 Desember 2014 6,38% 0,12% 91,17% 0,76%

6 Bank BCA Syariah 31 Desember 2015 4,90% 0,70% 91,40% 1,00%

7 Bank BNI Syariah 31 Desember 2010 5,07% 3,59% 68,93% 0,61%

8 Bank BNI Syariah 31 Desember 2011 8,07% 3,62% 78,60% 1,29%

9 Bank BNI Syariah 31 Desember 2012 11,03% 2,02% 84,99% 1,48%

10 Bank BNI Syariah 31 Desember 2013 9,51% 1,86% 97,86% 1,37%

11 Bank BNI Syariah 31 Desember 2014 9,04% 1,86% 92,58% 1,27%

12 Bank BNI Syariah 31 Desember 2015 8,25% 2,53% 91,94% 1,43%

13 Bank BRI Syariah 31 Desember 2010 7,50% 3,19% 95,82% 0,35%

14 Bank BRI Syariah 31 Desember 2011 6,99% 2,77% 90,55% 0,20%

15 Bank BRI Syariah 31 Desember 2012 7,15% 3,00% 103,70% 1,19%

16 Bank BRI Syariah 31 Desember 2013 6,27% 4,06% 102,70% 1,15%

17 Bank BRI Syariah 31 Desember 2014 6,04% 4,60% 93,90% 0,08%

18 Bank BRI Syariah 31 Desember 2015 6,66% 4,86% 84,16% 0,76%

19 Bank Bukopin Syariah 31 Desember 2010 3,95% 3,80% 99,37% 0,74%

20 Bank Bukopin Syariah 31 Desember 2011 3,43% 1,74% 83,66% 0,52%

21 Bank Bukopin Syariah 31 Desember 2012 3,94% 4,57% 92,29% 0,55%

22 Bank Bukopin Syariah 31 Desember 2013 3,86% 4,27% 100,29% 0,69%

23 Bank Bukopin Syariah 31 Desember 2014 2,76% 4,07% 92,89% 0,27%

24 Bank Bukopin Syariah 31 Desember 2015 3,14% 2,99% 90,56% 0,79%

25 Bank Syariah Mandiri 31 Desember 2010 6,57% 3,52% 82,54% 2,21%

26 Bank Syariah Mandiri 31 Desember 2011 7,48% 2,42% 86,03% 1,95%

27 Bank Syariah Mandiri 31 Desember 2012 7,25% 2,82% 94,40% 2,25%

28 Bank Syariah Mandiri 31 Desember 2013 7,25% 4,32% 89,37% 1,53%

29 Bank Syariah Mandiri 31 Desember 2014 6,19% 6,84% 82,13% 0,17%

30 Bank Syariah Mandiri 31 Desember 2015 6,53% 6,06% 81,99% 0,56%

31 Bank Mega Syariah 31 Desember 2010 15,49% 3,52% 78,17% 1,90%

32 Bank Mega Syariah 31 Desember 2011 15,33% 3,03% 83,08% 1,58%

33 Bank Mega Syariah 31 Desember 2012 13,94% 2,67% 88,88% 3,81%

34 Bank Mega Syariah 31 Desember 2013 10,66% 2,98% 93,37% 2,33%

35 Bank Mega Syariah 31 Desember 2014 8,33% 3,89% 93,61% 0,29%

36 Bank Mega Syariah 31 Desember 2015 9,34% 4,26% 98,49% 0,30%

37 Bank Panin Syariah 31 Desember 2010 5,32% 0,00% 69,76% -2,53%

38 Bank Panin Syariah 31 Desember 2011 7,00% 0,88% 162,97% 1,75%

39 Bank Panin Syariah 31 Desember 2012 6,67% 0,20% 123,88% 3,29%

40 Bank Panin Syariah 31 Desember 2013 4,26% 1,02% 90,40% 1,03%

41 Bank Panin Syariah 31 Desember 2014 5,88% 0,53% 94,04% 1,99%

42 Bank Panin Syariah 31 Desember 2015 3,82% 2,63% 96,43% 1,14%

43 Bank Victoria Syariah 31 Desember 2010 6,82% 0,95% 16,93% 1,09%

44 Bank Victoria Syariah 31 Desember 2011 2,12% 2,43% 46,08% 6,93%

45 Bank Victoria Syariah 31 Desember 2012 2,36% 3,19% 73,77% 1,43%

46 Bank Victoria Syariah 31 Desember 2013 2,96% 3,71% 84,65% 0,50%

47 Bank Victoria Syariah 31 Desember 2014 3,34% 7,10% 95,19% -1,87%

48 Bank Victoria Syariah 31 Desember 2015 2,80% 9,80% 95,29% -2,36%

Sumber: Web Resmi Masing-Masing Bank, Diolah:2016

12

Uji Asumsi Klasik

Pada tahap awal, sebelum melakukan/melaksanakan pengujian terhadap

hipotesis/dugaan yang sudah ditetapkan, terlebih dahulu harus melakukan uji

asumsi klasik terhadap model regresi yang dimaksudkan untuk melihat ada atau

tidak penyimpangan data yang sudah didapat. (Ghozali, 2002:109). Adapun

pengolahan data yang dilakukan dengan mempergunakan alat bantu komputer

dengan Program SPSS Versi 16,0 yang meliputi:

1. .............................................................................................................. Uj

i Normalitas Data

Uji normalitas memiliki tujuan untuk menguji/mengetahui apakah didalam

model regresi variabel pengganggu/residual memiliki distribusi normal (Ghozali,

2002:111). Cara melihat apakah residual memiliki distribusi yang normal atau tidak,

salah satunya dengan melihat grafik, yaitu dengan menganalisa normal probability plot

dan uji Kolmogorov-Smirmov. Normal probability plot membandingkan distrribusi

kumulatif dengan distribusi normal.

(1) Jika data/titik-titik menyebar disekitar/sekeliling garis diagonal dan

mendekati arah garis diagonalnya, maka bisa disimpulkan bahwa model

regresi lolos uji asumsi normalitas data.

(2) Jika data/titik-titik tersebar menjauh dari garis diagonal dan/atau tidak

mendekati garis diagonal, maka dapat dsiimpulkan bahwa data dalam

model regresi tidak lolos asumsi normalitas data.

Gambar Histogram Variabel ROA

Sumber: Data Olahan SPSS : 2016

13

Gambar Normal P-P Plot Variabel ROA

Sumber: Data Olahan SPSS: 2016

Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa data menyebar disekitar garis

diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya, sehingga

bisa disimpulkan bahwa data menunjukkan pola distribusi normal, sehingga

model regresi memenuhi uji normalitas data.

2. Uji Multikolinieritas

Uji Multikolinearitas memiliki tujuan untuk melakukan uji apakah didalam

suatu model regresi diketemukan adanya korelasi diantara variabel independen

(Ghozali, 2002:91). Suatu model regresi yang baik selayaknya tidak didapat korelasi

antara variabel-variabel bebas. Untuk melihat/mengetahui ada tidaknya

multikolinearitas dalam suatu model regresi dapat dilihat dengan menggunakan nilai

tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Nilai cut off yang biasanya dipakai

untuk mengetahui adanya multikoloniearitas adalah nilai tolerance ≤ 0,10 atau sama

dengan nilai VIF ≥ 1. Kedua nilai ini memperlihatkan setiap variabel independen/bebas

manakah yang dijelaskan oleh variabel bebas/independen lainya

Tabel Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa

Model

Unstandardized

Coefficients

Standardized

Coefficients

t Sig.

Collinearity Statistics

B

Std.

Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 1.704 1.097 1.554 .127

NIM / NCOM /

NI .069 .064 .153 1.068 .291 .942 1.061

NPL / NPF -.216 .101 -.307 -2.137 .038 .940 1.063

LDR / FDR -.005 .010 -.071 -.508 .614 .998 1.002

a. Dependent Variable: ROA

Sumber: Data Olahan SPSS : 2016

14

Dari tabel di atas diketahui bahwa nilai VIF variabel NIM sebesar 1,061,

nilai VIF variabel NPL sebesar 1,063, dan nilai VIF variabel LDR sebesar 1,002.

Nilai VIF variabel NIM, NPL, dan LDR tersebut < (lebih kecil) dari 10, atau:

(1) Nilai VIF variabel NIM seebsar 1,061 < 10

(2) Nilai VIF variabel NPL sebesar 1,063 < 10

(3) Nilai VIF variabel LDR sebesar 1,002 < 10

Karena ketiga variabel memiliki nilai VIF yang lebih kecil dari 10, sehingga

bisa disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinieritas pada model regresi

3. Uji Heterokedastisitas

Uji Heteroskesdastisitas memiliki tujuan untuk mengetahui apakah didalam

suatu model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari nilai residual yang satu ke

pengamatan yang lainnya (Ghozali, 2002:125). Jika nilai dari varians residual dari satu

pengamatan ke pengamatan yang lainnya memiliki nilai tetap, maka dianggap

homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Uji statistik yang

digunakan dalam penelitian ini dengan Uji Scatter Plot. Uji Scatter Plot dasar

analisisnya adalah Jika tidak ada pola yang serta titik-titik/data yang menunjukkan

komponen variabel menyebar diatas dan dibawah pada bidang scatter angka 0

pada sumbu Y, maka tidak terdapat heteroskedastisitas.

Hasil Uji Heterokedastisitas

Sumber: Data Olahan SPSS: 2016

Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa titik-titik menyebar dan tidak

membentuk pola tertentu, hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi

heterokedastisitas

4. Uji Autokorelasi

Uji ini bertujuan untuk melihat apakah didalam model regresi, terdapat

korelasi diantara kesalahan pengganggu pada periode (t) terhadap periode t-1.

Hasil analisis keputusan ada tidaknya autokorelasi (Ghozali, 2013: 100).

Hasil Uji Autokorelasi

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R

Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .383a .147 .089 1.35164 1.691

a. Predictors: (Constant), LDR / FDR, NIM / NCOM / NI, NPL / NPF

b. Dependent Variable: ROA

Sumber: Data Olahan SPSS: 2016

15

Dari Tabel di atas diketahui bahwa nilai Durbin watson sebesar 1,691,

sementara dari tabel durbin watson diketahui bahwa nilai du sebesar 1,201 dan

nilai dl sebesar 1,474. Nilai Durbin watson 1,691 berada diantara du dan (4-du),

yaitu 1,201 < 1,691 < (4-1,291) atau 1,201 < 1,691 < 2,709 sehinga dapat

disimpulkan bahwa tidak ada autokorelasi positif dalam model regresi.

Uji Regresi Linear Berganda

Analisis regresi adalah suatu cara atau teknik untuk mencari hubungan

antara variabel satu dengan variabel yang lain yang dinyatakan dalam persamaan

matematik dalam hubungan yang fungsional. Pembuatan persamaan regresi linear

berganda dapat dilakukan dengan menginterpretasikan angka-angka yang ada di

dalam unstandardized coefficient beta.

Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Coefficientsa

Model

Unstandardized

Coefficients

Standardized

Coefficients

t Sig.

Collinearity

Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 1.704 1.097 1.554 .127

NIM / NCOM /

NI .069 .064 .153 1.068 .291 .942 1.061

NPL / NPF -.216 .101 -.307 -2.137 .038 .940 1.063

LDR / FDR -.005 .010 -.071 -.508 .614 .998 1.002

a. Dependent Variable: ROA

Sumber: Data Olahan SPSS: 2016

Dari Tabel 4.4 dapat dibuat persamaan regresi linear sebagai berikut:

Persamaan regresi di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:

1) Konstanta sebesar 1,704, artinya jika NIM, NPL, dan LDR nilainya adalah 0

(nol), maka nilai ROA adalah 1,704.

2) Koefisien regresi variabel NIM/NCOM sebesar 0,069, artinya jika variabel

independen lainnya (NPL/NPF dan LDR/FDR) nilainya tetap, dan variabel

NIM mengalami kenaikan 1%, maka nilai ROA akan mengalami kenaikan

sebesar 0,069. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan yang

positif antara ROA dengan NIM, artinya kenaikan variabel NIM akan

menaikkan variabel ROA.

3) Koefisien regresi varabel NPL/NPF sebesar -0,216, artinya jika variabel

independen lainnya (NIM dan LDR) nilainya tetap, dan variabel NPL

mengalami kenaikan 1%, maka nilai ROA akan mengalami penurunan

sebesar 0,216. Koefisien bernilai negatif artinya terjadi hubungan yang

negatif antara NPL dengan ROA, artinya kenaikan variabel NPL akan

menurunkan variabel ROA.

4) Koefisien regresi varabel LDR/FDR sebesar -0,005, artinya jika variabel

independen lainnya (NIM dan NPL) nilainya tetap, dan variabel LDR

ROA = 1,704 + 0,069 NIM – 0,216 NPL – 0,005 LDR

16

mengalami kenaikan 1%, maka nilai ROA akan mengalami penurunan

sebesar 0,005. Koefisien bernilai negatif artinya terjadi hubungan yang

negatif antara LDR dengan ROA, artinya kenaikan variabel LDR akan

menurunkan variabel ROA

Uji Hipotesis

1. Uji Statistik F

Uji F/uji simulta/uji bersama-sama yang didalam analisis regresi linear

berganda uji ini bertujuan untuk mengetahui/melihat apakah variabel bebas (X) dalam

secara bersama-sama atau secara serempak/simultan bisa berpengaruh terhadap

variabel dependen.

Hasil Uji Statistik F

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 13.860 3 4.620 2.529 .069a

Residual 80.386 44 1.827

Total 94.245 47

a. Predictors: (Constant), LDR / FDR, NIM / NCOM / NI, NPL / NPF

b. Dependent Variable: ROA

Sumber: Data Olahan SPSS: 2016

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa Fhitung sebesar 2,529 dengan nilai

signifikansi sebesar 0.069. Nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05 atau

0,069 > 0,05, sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwa variabel NIM/NCOM,

NPL/NPF, dan LDR/FDR secara simultan (bersama-sama) tidak berpengaruh

signifikan terhadap variabel ROA.

2. Uji Koefisien Determinasi

Uji koefisien determinasi memiliki tujuan untuk melihat besaran atau

presentase dari total variasi dalam variabel terikat/dependen yang diterangkan oleh

varibel bebas/independen. Hasil perhitungan adjusted R² dapat dilihat pada hasil output

Model Summary. Pada kolom adjusted R² dapat dilihat seberapa besar nilai persentase

yang dapat dijelaskan/diterangkan oleh variabel-variabel bebas terhadap variabel

terikat. Sedangkan sisanya dipengaruhi/dijelaskan oleh variabel yang lain yang tidak

dipergunakan dalam penelitian ini.

Hasil uji koefisien determinasi dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel

sebagai berikut:

Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R

Square

Std. Error of the

Estimate

1 .383a .147 .089 1.35164

a. Predictors: (Constant), LDR / FDR, NIM / NCOM / NI, NPL / NPF

b. Dependent Variable: ROA

Sumber: Data Olahan SPSS: 2016

Dari Tabel 4.6 diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,089 atau 8,9%,

hal ini berarti sebesar 8,9% kemampuan model regresi dalam penelitian ini

17

menerangkan variabel dependen (ROA). Artinya sebesar 8,9% variabel ROA (Y)

bisa dijelaskan oleh variasi dari variabel NIM/NCOM (X1), NPL/NPF (X2), dan

LDR/FDR (X3), sedangkan sisanya sebesar 81,1% dipengaruhi oleh variabel-

variabel lain yang tidak diperhitungkan dalam penelitian ini.

3. Uji Statistik t

Uji t (test of significance individual parameter) untuk menguji/melihat

pengaruh dari variabel bebas/independen terhadap variabel terikat/dependen secara

parsial.

Hasil Uji Statistik t

Coefficientsa

Model

Unstandardized

Coefficients

Standardized

Coefficients

t Sig.

Collinearity

Statistics

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 1.704 1.097 1.554 .127

NIM / NCOM / NI .069 .064 .153 1.068 .291 .942 1.061

NPL / NPF -.216 .101 -.307 -2.137 .038 .940 1.063

LDR / FDR -.005 .010 -.071 -.508 .614 .998 1.002

a. Dependent Variable: ROA

Sumber: Data Olahan SPSS: 2016

Dari Tabel 4.7 dapat diketahui bahwa variabel NIM/NCOM (X1)

menghasilkan koefisien transformasi regresi sebesar 0,069 (positif) dengan nilai

signifikansi sebesar 0,291. Nilai signifikansi sebesar 0,291 lebih besar dari 0,05

atau 0,291 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel NIM/NCOM (X1)

secara parsial berpengaruh positif tidak signifikan terhadap variabel ROA (Y).

Variabel NPL/NPF (X2) menghasilkan koefisien transformasi regresi

sebesar -0,216 (negatif) dengan nilai signifikansi sebesar 0,038. Nilai signifikansi

sebesar 0,038 lebih kecil dari 0,05 atau 0,038 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan

bahwa variabel NPL/NPF (X2) berpengaruh negatif signifikan terhadap variabel

ROA (Y).

Variabel LDR/FDR (X3) menghasilkan koefisien transformasi regresi

sebesar -,0,005 (negatif) dengan nilai signifikansi sebesar 0,614. Nilai signifikansi

sebesar 0,614 lebih besar dari 0,05 atau 0,614 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan

bahwa variabel LDR/FDR (X3) berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap

variabel ROA (Y).

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Hasil pengujian parsial (Uji Statistik t) variabel NIM/NCOM terhadap

variabel ROA menghasilkan koefisien transformasi regresi sebesar 0,069 (positif)

dengan nilai signifikansi sebesar 0,291. Nilai signifikansi sebesar 0,291 lebih

besar dari 0,05 atau 0,291 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel

NIM/NCOM (X1) secara parsial berpengaruh positif tidak signifikan terhadap

variabel ROA (Y). Sehingga hipotesis 1 yang menyatakan Net Interest Margin

18

(NIM)berpengaruhsignifikan terhadap profitabilitas Bank UmumSyariahpada

periode 2010-2015 ditolak.

Hasil pengujian parsial (Uji Statistik t) variabel NPL/NPF terhadap variabel

ROA menghasilkan koefisien transformasi regresi sebesar -0,216 (negatif) dengan

nilai signifikansi sebesar 0,038. Nilai signifikansi sebesar 0,038 lebih kecil dari

0,05 atau 0,038 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel NPL/NPF (X2)

berpengaruh negatif signifikan terhadap variabel ROA (Y). Sehinga hipotesis 2

yang menyatakan bahwa Non Performing Loan (NPL) berpengaruh signifikan

terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah pada periode 2010-2015 diterima.

Hasil pengujian parsial (Uji Statistik t) variabel LDR/FDR terhadap variabel

ROA menghasilkan koefisien transformasi regresi sebesar -0,005 (negatif) dengan

nilai signifikansi sebesar 0,614. Nilai signifikansi sebesar 0,614 lebih besar dari

0,05 atau 0,614 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel LDR/FDR

(X3) berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap variabel ROA (Y). Sehinga

hipotesis 3 yang menyatakan bahwa Loan to Deposit Ratio (LDR)

berpengaruhsignifikan terhadap profitabilitas Bank UmumSyariahpada periode

2010-2015 ditolak.

Hasil Uji Statistik F menunjukkan bahwa Fhitung sebesar 2,529 dengan nilai

signifikansi sebesar 0.069. Nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05 atau

0,069 > 0,05, bisa ditarik kesimpulan bahwa variabel NIM/NCOM, NPL/NPF,

dan LDR/FDR secara simultan (bersama-sama) tidak berpengaruh signifikan

terhadap variabel ROA. Sehingga hipotesis ke 4 yang menyatakan Net Interest

Margin (NIM), Non Performing Loan (NPL), dan Loan to Deposit Ratio (LDR)

secara bersama-sama berpengaruh terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah

pada periode 2010-2015 ditolak. Dari hasil Uji Koefisien Determinasi diperoleh

nilai Adjusted R Square sebesar 0,089 atau 8,9%, hal ini berarti sebesar 8,9%

kemampuan model regresi dalam penelitian ini menerangkan variabel dependen

(ROA). Artinya sebesar 8,9% variabel ROA (Y) bisa dijelaskan oleh variasi dari

variabel NIM/NCOM (X1), NPL/NPF (X2), dan LDR/FDR (X3), sedangkan

sisanya sebesar 81,1% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak

diperhitungkan dalam penelitian ini, antara lain Biaya Operasional Terhadap

Pendapatan Operasional (BOPO), Pembiayaan Bagi Hasil Terhadap Total

Pembiayaan, Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPPM), Aset Produktif

bermasalah dan Aset Non Produktif Bermasalah Terhadap Total Aset Produktif

dan Aset Non Produktif, Aset Produktif Bermasalah Terhadap Total Aset

Produktif, dan lain-lain.

Saran Berdasarkan hasil analisis pembahasan serta kesimpulan pada penelitian

ini, saran-saran yang dapat diberikan agar mendapatkan hasil yang lebih baik

yaitu:

1. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti dengan rasio keuangan

yang lain diluar rasio keuangan yang dipakai menjadi variabel independen

dalam penelitian ini yaitu NIM, NPL dan LDR supaya memperoleh hasil

yang lebih variatif yang dapat menggambarkan variabel apa saja yang dapat

memberikan pengaruh terhadap ROA bank, serta menambah sampel dan

periode penelitian supaya bisa mendapat gambaran hasil penelitian yang

lebih baik. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas cakupan

19

penelitian tentang variabel apa saja yang bisa berpengaruh terhadap

kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan

(profitabilitas) dan berdampak pada hasil kinerja keuangan yang lebih baik.

2. Bagi Bank Umum Syariah, diharapkan untuk mampu meningkatkan

keuntungan perusahaan dengan menjaga keseimbangan rasio-rasio

keuangan. Manajemen bank dituntut juga untuk dapat mengelola aktiva

produktifnya untuk bisa mendapatkan profitabilitas yang lebih baik,

memaksimalkan penyaluran dana yang dihimpun ke sektor riil yang tepat,

dan juga manajemen bank harus berupaya meminimalkan risiko kredit

macet dari para debiturnya dengan memberlakukan kriteria pemberian

kredit yang lebih selektif lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Adiwarman Karim and Adi Zakaria Afif. 2005.Islamic Banking Behaviour in

Indonesia

Anjani, Dewa Ayu dan Ni Ketut Purnawati. 2013. Pengaruh On Performing Loan

(NPL), Likuiditas dan Rentabilitas Terhadap Rasio Kecukupan

Modal.Jurnal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana. Hlm

1140-1155.

Arifin, J & Sumaryono A, BK. 2007.Basis Komputer Keuangan & Akuntansi.

Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Arikunto, Suharsimi, 2014, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik

(Cetakan 15), Rineka Cipta, Jakarta.

Basyaib,F. 2007. Manajemen Risiko. Jakarta : PT. Grasindo

Brealey & Myers. 1991. Principles of Corporate Finance.Fourth Edition. US

Brigham, Eugene dan Joel F Houston, 2001. Manajemen Keuangan II.

Jakarta:Salemba Empat.

Dendawijaya, Lukman. 2005. Manajemen Perbankan Edisi Kedua , Cetakan

Kedua. Ghalia Indonesia, Bogor

Dewi, Luh Eprima. Herawati, Nyoman Trisna. Sulindawati, Luh Gede Erni

2015.Analisis Pengaruh Nim, Bopo, Ldr, Dan Npl Terhadap Profitabilitas

(Studi Kasus Pada Bank Umum Swasta Nasional Yang Terdaftar Pada

Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2013 ).e-Journal S1 Ak. Universitas

Pendidikan Ganesha vol 3 no 1.

Dergibson Siagian Sugiarto, 2006.Metode Statistika Untuk Bisnis Dan Ekonomi

Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Eka Putri, C. 2014. Tata Kelola, Kinerja Rentabilitas, Dan Risiko Pembiayaan

Perbankan Syariah. Journal Of Business And Banking, Vol. 4, No. 1, 91-

104.

Fitrianto, Hendra. Mawardi, Wisnu. 2006.Analisis Pengaruh Kualitas Aset,

Likuiditas, Rentabilitas, Dan Efisiensi Terhadap Rasio Kecukupan Modal

Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Jakarta. Jurnal Studi Manajemen

& Organisasi.Vol. 3, No. 1:pp. 1-11

Ghozali Dan Casstellan. 2002. Statistic Non Parametric “Teori Dan Aplikasi

Dengan Program SPPS” Semarang: Badan Penerbit Universitas

Diponegoro.

20

Harinaldi.2005.Prinsip-Prinsip Dasar Statistic Untuk Teknik dan Sains. Jakarta:

Erlangga.

Hinza, Siahaan. 2009.Manajemen Risiko Pada Perusahaan dan Birokrasi. Jakarta

: Elex media komputindo

Jogiyanto 2000.Teori Portofolio dan Analisis Investasi, Yogyakarta: BPFE

Julita. 2011. Pengaruh Non Performing Loan (NPL) dan Capital Adequacy Ratio

(CAR) Terhadan Profitabilitas (ROA) Pada Perusahaan Perbankan yang

Terdaftar di BEI. Kumpulan Jurnal Dosen Universitas Muhammadyah

Sumatera Utara , Vol 1, no 1

Kasmir, 2008, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Edisi Revisi 2008, PT Raja

Grafindo Persada Jakarta.

Khan dan Jain, 2007. Mangement Accounting, New Delhi : Tata McGraw-Hill

Margono. 2010, Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Manikam, Johar. Syafruddin, Muchamad. 2013. Analisis Pengaruh Capital

Adequacy Ratio (Car), Net Interest Margin (Nim), Loan To Deposit Ratio

(Ldr), Non Performing Loan (Npl) Dan Bopo Terhadap Profitabilitas Bank

Persero Di Indonesia Periode 2005-2012.Diponegoro Journal Of

Accounting. ISSN (Online): 2337-3806 Volume 2, Nomor 4:pp 1-10.

Maheswari, Kadek Indah. Sudirman, I Made Surya Negara. 2014.Pengaruh Npl

Terhadap Roa Dengan Mediasi Car Dan Bopo Pada Perbankan

Indonesia.E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana.Vol 3, No 4 ISSN

2302-8912:pp. 1119-1139.

Margaetha, Farah. Setiyaningrum, Diana. 2011. Pengaruh Resiko, Kualitas

Manajemen, Ukuran dan Likuiditas Bank terhadap Capital Adequacy Ratio

Bank-Bank yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Akuntansi dan

Keuangan. ISSN 2338-8137 (online) vol. 13, no. 1:pp 47-56.

Nurcahyaningtyas, Ayu Oktaviana. 2015.Pengaruh ROA, BOPO, LDR dan NPL

terhadap Permodalan (CAR) BPR (Studi Kasus BPR di Kabupaten Kediri)

Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB vol. 3 no. 2 Pp:1-16

Natasia, Risky 2015. Pengaruh Resiko Kredit, Profitabilitas, Likuiditas, dan

Efisiensi Usaha terahadap Kecukupan Modal pada Bank yang terdaftar di

Bursa Efek Indonesia periode 2010-2014. Surabaya : Universitas Negeri

Surabaya.

Priyoutomo, Andri. 2008. Pengaruh Non Performing Loan terhadap Kinerja

Keuangan Bank Berdasarkan Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas dan Rasio

Profitabilitas Pada Bank Mandiri (Persero). Tesis. Depok: Universitas

Gunadharma

Roos, Hilda Febriana, 2011. Pengaruh Resiko Usaha Terhadap Capital Adequacy

Ratio Pada Bank-Bank Pembangunan Daerah. Skripsi. Sekolah Tinggi Ilmu

Ekonomi Perbanas. Surabaya.

Sinta, Widia , Makhdalena, Riadi, RM. 2015 Pengaruh Capital Adequacy Ratio

(Car) Dan Non Performing Loan (Npl) Terhadap Return On Assets (Roa)

Pada Bank Umum Swasta Nasional (Busn) Devisa Yang Terdaftar Di

Bursa Efek Indonesia. Jurnal Online Mahasiswa.ISSN: 2355-6897 Vol. 2,

No. 2:pp.1-12.

Siregar, Syofian, 2015, Metode Penelitian Kuantitatif (Cetakan ke-3), Kencana,

Jakarta.

21

Susilo, Sri Y, dkk 2000. Bank dan Lembaga Keuangan Lain, Jakarta: PT Salemba

Empat.

Tampubolon, Robert 2006. Risk Manajemen (Manajemen Risiko): Pendekatan

Kualitatif untukbank komersial, Jakarta : PT. Elex Media Komputindo

Veithzal Rivai. 2007. Bank and Financial Institute Management. Jakarta: PT.

Raja Grafindo Persada.

Qordhowi, Y. 1991. Haruskah Hidup Dengan Riba, Penerjemah: Salim

Basyarahil. Jakarta: Gema Insani Press.

www.bi.go.id

Zainul Arifin. 2009. Dasar-dasar Manajemen Bank Syariah Jakarta: Azkia

Publisher