Matrikulasi Beton

download Matrikulasi Beton

of 138

  • date post

    27-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    7
  • download

    2

Embed Size (px)

description

rekayasa beton

Transcript of Matrikulasi Beton

  • Rekayasa Beton

  • Produk Rekayasa Beton

  • Sejarah Beton

    Kata concrete (beton) berasal dari bahasa Latin "concretus" (berarti padat atau sangat rapat) . Concrescere", dari komponen "con-" (bersama) dan "crescere" (bertumbuh).

    Beton digunakan sebagai material konstruksi sejumlah struktur kuno

    Semasa kerajaan Romawi, beton Romawi (Roman concrete or opus caementicium) dibuat dari kapur, pozzolan dan agregat karang dan pumice. Material ini digunakan di sejumlah bangunan struktur Romawi, sebagai kunci dalam sejarah Arsitektur yang menandai Revolusi Arsitektur Romawi yang membebaskan konstruksi Romawi dari pelarangan/pembatasan penggunaan batuan dan bata dan memungkinkan perancangan baru yang bersifat revolusioner dalam hal kompleksi-tas struktur dan dimensi struktur

  • Sejarah Beton

    Concrete, as the Romans knew it, was a new and revolutionary material. Laid in the shape of arches, vaults and domes, it quickly hardened into a rigid mass, free from many of the internal thrusts and strains that troubled the builders of similar structures in stone or brick.

  • Komponen Beton

    Pasta

    Semen

    /grout

    Mortal

    Beton

    Matriks komposisi

    Semen

    +

    Air

    +

    Agregat halus, misalnya pasir

    +

    Agregat kasar, misalnya kerikil

  • Komponen Beton

    semen

    agregat kasar

    (kerikil)

    agregat halus(pasir)

    air

  • Proporsi Komponen Beton

  • Reaksi Semen dan Air pada Beton

    Ca(OH)2 + H4SiO4 Ca2+ + H2SiO42 + 2 H2O CaH2SiO4 2 H2O

  • Produk Beton
    Cetak di tempat (cast in situ)

  • Produk Beton
    Beton Pracetak

  • Ketersediaannya (availability) meterial dasar. Biaya Relatif Murah, Agregat & air biasanya didapat dari lokal setempat kecual semen merupakan bahan termahal Kemudahan untuk digunakan (versatility). Pengangkutan mudah karena masing-masing bisa diangkut secara terpisah. Kemampuan beradaptasi (adaptability). Beton bersifat monolit sehingga tidak memerlukan sambungan seperti baja. Beton dapat dicetak dengan bentul dan ukuran berapapun, misalnya pada struktur cangkang (shell) maupun bentuk-bentuk khusus 3 dimensi. Beton dapat diproduksi dengan berbagai cara yang disesuaikan dengan situasi sekitarnya, Dari cara sederhana yang tidak memerlukan ahli khusus (kecuali beberapa pengawas yang sudah mempelajari teknologi beton), sampai alat modern di pabrik yang serba otomatis dan terkomputerisasi (industri beton yang profesional).

    4. Kebutuhan pemeliharaan yang Minimal.

    Secara umum ke tahanan (durability) beton cukup tinggi, lebih tahan karat, sehingga tidak perlu dicat seperti baja, dan lebih tahan terhadap bahaya kebakaran

    *

    Keunggulan Beton

  • Kelemahan Beton dan Cara Mengatasinya

    Berat sendiri beton besar, sekitar 2.400 kg/m3.

    Kekuatan tariknya rendah meskipun kekuatan tekannya besar.

    Beton cenderung untuk retak karena semen hidraulis. Baja tulangan bisa berkarat, meskipun tidak terekspose separah struktur baja.

    Kualitas sangat tergantung cara pelaksanaan di lapangan. Beton yang baik maupun yang buruk dapat terbentuk dari rumus dan campuran yang sama.

    Struktur beton sulit untuk dipindahkan. Pemakaian kembali atau daur ulang sulit dan tidak ekonomis. Dalam hal ini struktur baja lebih unggul, misalnya tinggal melepas sambungannya saja.

    Untuk elemen struktur: membuat beton mutu tinggi, beton pratekan, atau keduanya, sedangkan untuk elemen non-struktur dapat memakai beton ringan.

    Memakai beton bertulang atau pratekan.

    Melakukan perawatan (curing) yang baik untuk mencegah terjadinya retak, memakai beton pratekan, atau memakai bahan tambahan yang mengembang (expansive admixture)

    Mempelajari teknologi beton dan melakukan pengawasan dan kontrol kualitas yang baik. Bila perlu bisa memakai beton jadi (ready mix) atau beton pracetak.

    Beberapa elemen struktur dibuat pracetak (precast) sehingga dapat dilepas per elemen seperti baja. Kemungkinan untuk melakukan beton recycle sedang dioptimasikan.

    *

  • Agregat Kasar dan Agregat Halus Beton

    Kasar

    (kerikil)

    Halus

    (pasir)

    Material Pembentuk Beton

  • Uji Gradasi Butiran

    Material Pembentuk Beton

  • Gradasi Butitan

    Agregat bergradasi baik

    Material Pembentuk Beton

  • Kendali Mutu Agregat Kasar

    Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir keras dan tidak berpori. butir-butir pipih hanya dapat dipakai apabila jumlah butir-butir pipih tersebut tidak melebihi 20 % dari berat agregat seluruhnya. Butir-butir agregat kasar harus bersifat kekal, artinya tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca, seperti terik matahari dan hujan.Agregat kasar tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1 % yang ditentukan terhadap berat kering. Apabila kadar lumpur melampaui 1 % maka agregat kasar harus dicuci.Agergat kasar tidak boleh mengandung zat-zat yang dapat merusak beton, seperti zat-zat yang reaktif alkali.

    Material Pembentuk Beton

  • Kendali Mutu Agregat Kasar (2)

    Kekerasan butir-butir agregat kasar yang diperiksa dengan bejana penguji dari Rudelof dengan beton penguji 20 ton, yang harus memenuhi syarat-syarat : Tidak terjadi pembubukan sampai fraksi 9,5-19 mm lebih dari 24 % berat. Tidak terjadi pembubukan sampai 19-30 mm lebih dari 22 % berat.

    Kekerasan ini dapat juga diperiksa dengan mesin Los Angeles. Dalam hal ini tidak boleh terjadi kehilangan berat lebih dari 50 %.

    Agregat kasar harus terdiri dari butir-butir yang beranekaragam besarnya dan apabila diayak dengan susunan ayakan yang ditentukan dalam pasal 3.5 ayat 1 PBI 1971, harus memenuhi syarat sebagai berikut :Sisa diatas ayakan 31,5 mm harus 0 % berat .Sisa diatas ayakan 4 mm harus berkisar antara 90 % dan 98 % berat.Selisih antara sisa-sisa kumulatif diatas dua ayakan yang berurutan, maksimum 60 % dan minimum 10 % berat.

    Material Pembentuk Beton

  • Agregat

    Material Pembentuk Beton

  • Contoh Gradasi Agregat Kasar

    Material Pembentuk Beton

    Diameter Ayakan(mm)Berat TertahanBerat LolosKumulatif (%)ASTM C-33Gram%Kumulatif (%)25000100100192127,087,0892,9290 10012,51422,747,554,5845,42-9,5657,521,9576,5323,4720 554,7565321,898,331,670 102,36501,6710000 51,18001000-0,85001000-0,3001000-0,15001000-0001000-Jumlah2995,2100836,52--
  • Gradasi Agregat Kasar

    Material Pembentuk Beton

  • Uji Kekerasan Agregat Kasar dengan
    Los Angeles Abbration Test

    Material Pembentuk Beton

  • Uji Specific Gravity Agregat

    Material Pembentuk Beton

  • Kendali Mutu Agregat Halus (1)

    Agregat halus terdiri dari butiran-butiran tajam dan keras, bersifat kekal dalam arti tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca, seperti panas matahari dan hujan.Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5 % terhadap jumlah berat agregat kering. Apabila kandungan lumpur lebih dari 5 %, agregat halus harus dicuci terlebih dahulu.Agregat halus tidak boleh mengandung bahan bahan organik terlalu banyak. Hal demikian dapat dibuktikan dengan percobaan warna dari Abrams Header dengan menggunakan larutan NaOH.

    Material Pembentuk Beton

  • Kendali Mutu Agregat Halus (2)

    Agregat halus terdiri dari butiran-butiran yang beranekaragam besarnya dan apabila diayak dengan susunan ayakan yang ditentukan dalam pasal 3.5 ayat 1 (PBI 1971), harus memenuhi syarat sebagai berikut :Sisa di atas ayakan 4 mm , harus minimum 2 % berat.Sisa di atas ayakan 1 mm , harus minimum 10 % berat.Sisa di atas ayakan 0,25 mm , harus berkisar antara 80 %-90 % berat.

    Material Pembentuk Beton

  • Gradasi Agregat Halus

    Material Pembentuk Beton

    Ukuran saringan (mm)Persentase lolos saringanDaerah 1Daerah 2Daerah 3Daerah 410,004,802,401,200,600,300,1510090-10060-9530-7015-345-200-1010090-10075-10055-9035-598-300-1010090-10085-10075-10060-7912-400-1010095-10095-10090-10080-10015-500-15
  • Gradasi Agregat Halus

    Material Pembentuk Beton

  • Pembuatan Agregat

    Material Pembentuk Beton

  • Semen

    Material Pembentuk Beton

  • Jenis Semen

    Semen Portland (Ordinary Portland Cement / OPC)Semen Modifikasi (Khusus)

    - Semen Campur (blended cement)

    Semen PCC dan Semen PPC

    - Semen Putih

    - Semen Waterproof

    - Semen Alumina Tinggi

    dll

    Material Pembentuk Beton

  • Semen portland adalah semen hidrolis yang dihasilkan dengan cara menghaluskan klinker yang terutama terdiri dari silikat-silikat kalsium yang bersifat hidrolis (mengeras bila bersentuhan dengan air) dengan gips sebagai bahan tambah.

    Material Pembentuk Beton

    Semen Portland

  • Semen Portland (Ordinary Portland Cement )

    Material Pembentuk Beton

    JenisPenggunaanIKonstruksi biasa dimana persyaratan yang khusus tidak diperlukanIIKonstruksi dimana diperlukan ketahanan terhadap sulfat dan panas hidrasi sedangIIIKonstruksi dimana dituntut memiliki kekuatan awal yang tinggi setelah pengikatan terjadiIVKonstruksi dimana dituntut menghasilkan panas hidrasi yang rendahVKonstruksi dimana dituntut memiliki ketahanan yang tinggi terhadap sulfat
  • Semen Campur (Blended Cement)

    Portland Composite Cement (PCC)
    Indonesian Standard : SNI 15-7064-2004
    European Standard : EN 197-1:2000 (42.5 N & 42.5 R)

    untuk bangunan-bangunan pada umumnya, sama dengan penggunaan Semen Portland Tipe I dengan kuat tekan yang sama. PCC mempunyai panas hidrasi yang lebih rendah selama proses pendinginan dibandingkan dengan Semen Portland Tipe I, sehingga pengerjaannya akan lebih mudah dan menghasilkan permukaan beton/plester yang lebih rapat dan lebih halus.

    Material Pembentuk Beto