Edupost edisi april

of 2 /2
Potret- Motret Diterbitkan oleh Departemen Infokom BEM FIP Penanggung Jawab Dekan FIP Pemimpin Umum Syarif Hidayatulloh Pemimpin Redaksi Muhammad Irfanudin Redaktur Pelaksana Budi Wicaksono Layouter Frederike Reporter Rikzi, Khusnul, Isna, Luthfi Editor Avis, Elmy Fotographer Zen Webblog : http//bemfip-unnes.blogspot.com Buletin EDUPOST Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang bem fip unnes bem fip unnes 1 4 @bemfipunnes @bemfipunnes by : bwc by : bwc Pojok Puisi Tim Redaksi Kritik dan Saran Edisi April 2013 kirimkan unek- unekmu ke bawah ini! Fb: BEM FIP UNNES @bemfipunnes blog: bemfip-unnes.blogspot.com PAUD. 23- 26 April > Poraster TP. 3 Mei > Donor Darah Psi. 3 mei > seminar regional “Kekerasan Seksual” PGSD Tegal. 26-28 April > Poraster (morse) PGSD Ngaliyan 17 April - 3 Mei Poraster Agenda HIMA_J at FIP this Month Senja menyembunyikan semburat cahaya indahnya Mengalir lembut bersama semilir angin yang terhempas oleh ombak Gelap segera menghampiri, menakuti setiap insan yang ada di singgahsana bumi Pada awal yang mereka tahu,menyalakan setitik cahya berarti menentang kegelapan Membunuh setiap apa yang mereka lihat disekelilingnya Menyeruak kasar disela sela kehangatannya Apa yang salah dengan sebuah cahaya? Dia menerangi setiap langkah kaki indah didalam gelap Namun, memerlukan seribu keberanian untuk menentangnya Lihatlah seorang ayu nan indah berdiri lantang Bagai sebuah cahaya kecil disudut ruangan yang begitu gelap Menangkis setiap hitam yang ada di sekitarnya Hanya dengan hitungan detik semuanya berlalu bagai mimpi Perjalanan panjang melalui malam terbayar oleh setitik cahaya yang menghangatkan Membimbing setiap nafas indah ciptaan Tuhan yang begitu indah Kekhawatiran malam kini hilang bersama dengan fajar yang mengintip malu Ia memperlihatkan hangatnya kepada embun pagi punya masalah tentang kekampusan ? lapor adkesma aja! kami bantu solusinya.. hotline > 085727168809 April.Setiap mendengar kata April, otak kita secara otomatis akan mengingat sebuah nama yang sudah sangat kita kenal: Kartini. Pahlawan Emansipasi Wanita Indonesia. Sejenak menilik sejarah Kartini,Wanita yang namanya menjadi salah satu nama yang paling dikenang di Indonesia ini harus menjalani masa pingitan. Adat istiadat tidak mengijinkan Kartini bebas berkomunikasi dengan dunia luar, dia hanya menunggu seorang pria pilihan ayahnya, untuk menikahinya. Ayahnya juga menolak keinginan Kartini untuk melanjutkan sekolah dan dia mulai terganggu dengan pemikiran-pemikiran feodal Belanda. Sejak itu, jiwa muda Kartini meletup-letup. Dia bahkan mendirikan sekolah Kartini dan melakukan berbagai perubahan. Kembali ke potret wanita saat ini. Disini kita tidak lagi akan menyoroti kenapa wanita indonesia yang sekarang tidak bisa berjuang seperti Kartini. Tidak. Karena jelas sekali masa yang dilalui sudah berbeda. Nhah, biar lebih jelas, mari kita tengok kartini – kartini di Fakultas kita. Emansipasi bukan menyamakan Berbicara masalah emansipasi wanita, tidak terlepas dari pahlawan kita, RA. Kartini. Sosok inilah yang menjadi pelopor pertama yang mengangkat hak-hak wanita Indonesia. Berbanggalah kita, karena masih kartini-kartini lain di era seperti sekarang ini. salah satu wanita tangguh itu adalah Dra. Lilik Werti, M.Par, yang biasa kita sapa Ibu Lilik. Seperti apa sosok Ibu Lilik ini? beliau adalah wanita 'Kartini modern', bukan hanya dalam keluarga, juga dalam karirnya. Menurutnya, saat kita temui, selasa (23/4), emansipasi wanita bukanlah menyamakan perempuan dengan laki-lak, atau perempuan yang hanya menjadi teman belakang. “karena jika dalam satu keluarga tidak saling mengerti dan membantudengan suami itu hal yang salah” tuturnya. Berangkat dari perjuangan kebangkitan perempuan pada saat itu, yang beliau teladani, misalnya dalam keluarga adalah menghormati imam keluarganya. Bertugas atas izin suaminya. “berjuang untuk keluarga bukan berarti sewenang-wenang sendiri, tetapi juga ikut berjuang membantu keluarga atas dasar perizinan Bapak”, ungkapnya. Artinya perempuan tidak lagi seperti dulu, dikungkung dalam rumah, tetapi juga bisa melakukan pekerjaan tanpa mengenyampingkan kewajibannya. Berkat keyakinannya, setelah puluhan tahun ngantor, beliau tetap mampu mengajar ditiga perguruan tinggi yaitu STIFARI, Unnes, dan Udinus, sekaligus tetap menjalankan hobi dan profesinya sebagai MC. Beliau juga sempat bertugas di Pustekkom Diknas, membuat naskah-naskah program radio yang disiarkan di 27 Propinsi seluruh Indonesia. Wow! Hebat bukan? Prestasi membanggakan berikutnya adalah ketika beliau dipercaya untuk 3 kali mengisi acara saat Presiden ke-5 Indonesia berkunjung ke Semarang. Beliau juga sempat mengutip wejangan dari suaminya, yang mengatakan bahwa berbuatlah seperti bendera yang dikerek, semakin tinggi akan semakin banyak badainya, tetapi semakin tinggi pula kita harus semakin menunduk. Menurutnya dalam kesetaraan gender, wanita bukan lebih tinggi dari pria. Meski jabatannya yang tinggi. seperti sekarang ini, banyak perdana menteri wanita, pemimpin-pemimpin, bahkan sopir wanita, walau sejerajat dengan pekerjaan laki-laki, perempuan is perempuan. Ratini, perempuan berusia 60 tahun yang bekerja sebagai cleaning service di kampus FIP. Sudah 20 tahun ibu melakukan pekerjaan ini. Dulu ibu ratini bekerja sebagai cleaning servise di gedung selama 10 tahun kemudian setelah itu sampai sekarang ibu bekerja di luar gedung atau halaman. Ibu merasa senang bisa bekerja di kampus FIP karena para mahasiswa ramah dan dekat. Menurut ibu, anak-anak di sini baik dan ada yang mengganggap ibu seperti ibunya sendiri sehingga ibu merasa senang dan jarang merasakan kesedihan. kadang ada yang main ke rumah ibu jika liburan, dan ibu merasa senang. Selama bekerja, ibu sudah dapat membeli motor dan membuatkan rumah untuk anaknya. Katanya “kerja di sini senang dan semangat!”. Sungguh semangat yang luar biasa dari seorang ibu yang usinya sudah setengah abad lebih. Kita harus berterima kasih, karena bantuan ibu kampus kita menjadi bersih.khs[] Membuatnya berkilau, Kini tak perlu takut lagi menghadapi kegelapan Meskipun matahari bersembunyi dan malam menghampiri Tak perlu takut lagi, jangan pernah merasa takut lagi Terima kasih kartiniku. by : IC Menyandang Gelar Pahlawan HEADLINE NEWS

Transcript of Edupost edisi april

Potret- Motret

Diterbitkan oleh

Departemen Infokom

BEM FIP

Penanggung Jawab

Dekan FIP

Pemimpin Umum

Syarif Hidayatulloh

Pemimpin Redaksi

Muhammad Irfanudin

Redaktur Pelaksana

Budi Wicaksono

Layouter

Frederike

Reporter

Rikzi, Khusnul,

Isna, Luthfi

Editor

Avis, Elmy

Fotographer

Zen

Webblog : http//bemfip-unnes.blogspot.com

Buletin

EDUPOSTFakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang

bem fip unnesbem fip unnes

14 @bemfipunnes @bemfipunnes

by : bwc

by : bwc

Pojok Puisi

Tim Redaksi

Kritik dan Saran

Edisi April 2013

kirimkan unek- unekmu ke bawah

ini!

Fb: BEM FIP UNNES

@bemfipunnes

blog: bemfip-unnes.blogspot.com

PAUD. 23- 26 April > Poraster

TP. 3 Mei > Donor Darah

Psi. 3 mei > seminar regional “Kekerasan Seksual”

PGSD Tegal. 26-28 April > Poraster (morse)

PGSD Ngaliyan 17 April - 3 Mei Poraster

Agenda HIMA_J at FIP this Month

Senja menyembunyikan semburat cahaya indahnya

Mengalir lembut bersama semilir angin yang

terhempas oleh ombak

Gelap segera menghampiri, menakuti setiap insan

yang ada di singgahsana bumi

Pada awal yang mereka tahu,menyalakan setitik

cahya berarti menentang kegelapan

Membunuh setiap apa yang mereka lihat

disekelilingnya

Menyeruak kasar disela sela kehangatannya

Apa yang salah dengan sebuah cahaya?

Dia menerangi setiap langkah kaki indah didalam

gelap

Namun, memerlukan seribu keberanian untuk

menentangnya

Lihatlah seorang ayu nan indah berdiri lantang

Bagai sebuah cahaya kecil disudut ruangan yang

begitu gelap

Menangkis setiap hitam yang ada di sekitarnya

Hanya dengan hitungan detik semuanya berlalu bagai

mimpi

Perjalanan panjang melalui malam terbayar oleh

setitik cahaya yang menghangatkan

Membimbing setiap nafas indah ciptaan Tuhan yang

begitu indah

Kekhawatiran malam kini hilang bersama dengan

fajar yang mengintip malu

Ia memperlihatkan hangatnya kepada embun pagi

punya masalah tentang kekampusan?lapor adkesma aja!

kami bantu solusinya..hotline > 085727168809

April.Setiap mendengar kata April, otak kita secara otomatis akan mengingat sebuah nama yang sudah sangat kita kenal: Kartini. Pahlawan Emansipasi Wanita Indonesia.Sejenak menilik sejarah Kartini,Wanita yang namanya menjadi salah satu nama yang paling dikenang di Indonesia ini harus menjalani masa pingitan. Adat istiadat tidak mengijinkan Kartini bebas berkomunikasi dengan dunia luar, dia hanya menunggu seorang pria pilihan ayahnya, untuk menikahinya. Ayahnya juga menolak keinginan Kartini untuk melanjutkan sekolah dan dia mulai terganggu dengan pemikiran-pemikiran feodal Belanda. Sejak itu, jiwa muda Kartini meletup-letup. Dia bahkan mendirikan sekolah Kartini dan melakukan berbagai perubahan.

Kembali ke potret wanita saat ini. Disini kita tidak lagi akan menyoroti kenapa wanita indonesia yang sekarang tidak bisa berjuang seperti Kartini. Tidak. Karena jelas sekali masa yang dilalui sudah berbeda. Nhah, biar lebih jelas, mari kita tengok kartini – kartini di Fakultas kita.Emansipasi bukan menyamakanBerbicara masalah emansipasi wanita, tidak terlepas dari pahlawan kita, RA. Kartini. Sosok inilah yang menjadi pelopor pertama yang mengangkat hak-hak wanita Indonesia. Berbanggalah kita, karena masih kartini-kartini lain di era seperti sekarang ini. salah satu wanita tangguh itu adalah Dra. Lilik Werti, M.Par, yang biasa kita sapa Ibu Lilik. Seperti apa sosok Ibu Lilik ini? beliau adalah wanita 'Kartini modern', bukan hanya dalam keluarga, juga dalam karirnya.

Menurutnya, saat kita temui, selasa (23/4), emansipasi wanita bukanlah menyamakan perempuan dengan laki-lak, atau perempuan yang hanya menjadi teman belakang. “karena jika dalam satu keluarga tidak saling mengerti dan membantudengan suami itu hal yang salah” tuturnya.

Berangkat dari perjuangan kebangkitan perempuan pada saat itu, yang beliau teladani, misalnya dalam keluarga adalah menghormati imam keluarganya. Bertugas atas izin suaminya. “berjuang untuk keluarga bukan berarti sewenang-wenang sendiri, tetapi juga ikut berjuang membantu keluarga atas dasar perizinan Bapak”, ungkapnya. Artinya perempuan tidak lagi seperti dulu, dikungkung dalam rumah, tetapi juga bisa melakukan pekerjaan tanpa mengenyampingkan kewajibannya.

Berkat keyakinannya, setelah puluhan tahun ngantor, beliau tetap mampu mengajar ditiga perguruan tinggi yaitu STIFARI, Unnes, dan Udinus, sekaligus tetap menjalankan hobi dan profesinya sebagai MC. Beliau juga sempat bertugas di Pustekkom Diknas, membuat naskah-naskah program radio yang disiarkan di 27 Propinsi seluruh Indonesia. Wow! Hebat bukan? Prestasi membanggakan berikutnya adalah ketika beliau dipercaya untuk 3 kali mengisi acara saat Presiden ke-5 Indonesia

berkunjung ke Semarang. Beliau juga sempat mengutip wejangan dari suaminya, yang mengatakan bahwa berbuatlah seperti bendera yang

dikerek, semakin tinggi akan semakin banyak badainya, tetapi semakin tinggi pula kita harus semakin menunduk. Menurutnya dalam kesetaraan gender, wanita bukan lebih tinggi dari pria. Meski jabatannya yang tinggi. seperti sekarang ini, banyak perdana menteri wanita, pemimpin-pemimpin, bahkan sopir wanita, walau sejerajat dengan pekerjaan laki-laki, perempuan is perempuan.

Ratini, perempuan berusia 60 tahun yang bekerja sebagai cleaning service di kampus FIP. Sudah 20 tahun ibu melakukan pekerjaan ini. Dulu ibu ratini bekerja sebagai cleaning servise di gedung selama 10 tahun kemudian setelah itu sampai sekarang ibu bekerja di luar gedung atau halaman.

Ibu merasa senang bisa bekerja di kampus FIP karena para mahasiswa ramah dan dekat. Menurut ibu, anak-anak di sini baik dan ada yang mengganggap ibu seperti ibunya sendiri sehingga ibu merasa senang dan jarang merasakan kesedihan. kadang ada yang main ke rumah ibu jika liburan, dan ibu merasa senang. Selama bekerja, ibu sudah dapat membeli motor dan membuatkan rumah untuk anaknya.

Katanya “kerja di sini senang dan semangat!”.Sungguh semangat yang luar biasa dari seorang ibu yang usinya sudah setengah abad lebih. Kita harus berterima kasih, karena bantuan ibu kampus kita menjadi bersih.khs[]

Membuatnya berkilau,

Kini tak perlu takut lagi menghadapi kegelapan

Meskipun matahari bersembunyi dan malam

menghampiri

Tak perlu takut lagi, jangan pernah merasa takut lagi

Terima kasih kartiniku.

by : IC

Menyandang Gelar PahlawanHEADLINE NEWS

Emansipasi wanita yang dimaksudkan Kartini tidak Terbitlah Terang” yang menginspirasi banyak perempuan. semata-mata persamaan hak perempuan dan laki-laki, tapi Marilah generasi muda saling berlomba menjadi “kartini” didalamnya masih ada kodrat masing-masing. Ada selanjutnya atas dasar cinta kepada sesama dan bangsa, saatnya perempaun tidak bisa melakukan hal-hal diluar bukan hanya pada event perayaaan Hari Kartini saja, kodratnya, ada “batas” dan aturan didalamnya. Berlaku berdandan mengenakan kebaya,bersolek cantik, tapi setiap pula sebaliknya. Melihat perkembangan zamandiera saat mencoba memperbaiki diri untuk mengubah dunia.modern ini, banyak perempuan kini dapat melakukan hal-hal yang dilakukan pria seperti berkarir, menjadi “Jika saja masih anak-anak ketika kata-kata pemimpin dalam organisasi, dll namun kodrat mereka emansipasi belum ada bunyinya, belum tetap wanita yang harus berperan sebagai ibu dalam berarti lagi bagi pendengaran saya, karangan rumah, isteri, dan anak yang menghormati orang tuanya. dan kitab-kitab tentang kebangunan kaum

Ditengah hiruk pikuk semarak memperingati hari putri masih jauh dari angan-angan saja, Kartini, berbagai sekolah-sekolah di Indonesia mulai dari tetapi di kala itu telah hidup didalam hati SD, SMP , SMA, dan Perguruan Tinggi mengadakan sanubari saya satu keinginan yang kian lama berbagai event perlombaan seperti “Kartini'sReturn VII”. kian kuat, ialah keinginan akan bebas, Kartini Return merupakan agenda guguslatih MIPA yang merdeka, berdiri sendiri. “diadakan setiap tahun sekali, dengan tujuan untuk meningkatkan jiwa semangat kartini pada putri-pitri Penggalan surat Kartini kepada Nona Zeehandelaar, bangsa. Acara ini diisi dengan berbagai lomba seperti 25 Mei 1899.memasak, karaoke, lomba debat Bahasa Jawa, lomba senam Pramuka, lomba Teknologi Tepat Guna, lomba Who Wantstobe The Next Kartini, lomba Kartini The

Explorer, dan pemilihan Kartini MIPA. Bukan hanya MIPA bahkan PGSD pun tak kalah antusisanya (5-20/5) BEM FIP mengadakan Kegiatan di kampus dalam menyambut Hari Kartini dengan mengadakan Tegal, kegiatan yang bertajuk Semarak Bulan Kartini lomba “Kartini-Kartono” yang dibuka mulai tanggal 16- menarik perhatian para mahasiswa. Kegiatan ini dimulai 24 April 2013 dan pelaksanaannya pada 30 April 2013. dengan rangking 1, kemudian dilanjutkan futsal putri, koki Jika Kartini adalah simbol perjuangan, lantas sosok pintar dan putra – putri PGSD. Kegiatan yang berlangsung seperti apakah yang pantas menjadi Kartini Kampus? selama 2 minggu ( dieselanggarakan oleh BEM FIP dalam Apakah mereka yang memenangkan lomba layak rangka menyemarakkan bulan april yang bertepatan dengan disebut“Kartini”?. Mahasiswa hakekatnya ialah pelopor hari kartini, kegiatan ini berlangsung lancar dibuktikan “kartini muda” masa kini. Intelegensi, kepekaan, dengan antusiasme yang sangat tinggi dari mahasiswa.kepedulian mereka akan menjadi senjata ampuh yang “Dengan adanya semarak bulan kartini, dapat menjadi ujung tombak kemajuan bangsa ini meningkatkan bakat mahasiswa PGSD UPP Tegal dalamberbagai bidang. khususnya, serta dapat meningkatkan dan menumbuhkan

Kecintaan pada bangsa dan dunia pendidikan rasa kerjasama antar mahasiswa” kata Manendha mahasiswa mengerakkanpara mahasiswa semester tujuh Jurusan semester 4.Bahasa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Pradhika (ketua panitia.red) menyatakan bahwa Dia bangga Maritim Raja Ali Haji (FKIP UMRAH), Eva (21) kegiatan ini dapat berlangsung lancar, antusiasme mahasiswa bersama-sama teman-temannya yaitu Suryani, Juwono tinggi dan berharapa tahun depan dapat dilaksnakan lagi.dan Ekamendirikan sebuah Komunitas Kepri Mengajar. Komunitas Kepri Mengajar dibangun pada pertengahan Berikut pemenang lomba – lomba April 2012. Mahasiswa yang terlibat di dalamnya - Rangking 1, Slamet Sabar Riyadi mahasiswa bertekad mencurahkan ilmunya kepada anak-anak kurang mampu yang tidak mendapatkan pendidikan secara semester 8.layak.Selain Juwono, Eva, Eka dan Suryani, dalam

- Putra Putri PGSD, Yodhi 2C dan Yantri 2CKomunitas Kepri Mengajar juga terdapat Hartono, Rahmad, Rama, Adi Putro, Hanafi, Dodi dan Fatih.

- Futsal Putri, rombel 6CKartini-kartinimuda akan terus lahir disetiap zaman. Buah perjuangan Kartini tak akan mati hanya pada sosok seperti - Koki Pintar, rombel 2BEva dkk, serta penerima Indonesian Women of ChangeAward karena masih banyak “kartini-kartini” diluar sana. Wanita-wanita hebat yang gigih berjuang untuk orang laindan bangsa Indonesia. Sosok Kartini muncul karena rasa cintanya terhadap sesama, melihat diskriminasi terhadap perempuan membuat hatinya tergerak menulis sehinggalahirlah buku “Habis Gelap

bem fip unnesbem fip unnes

2 3@bemfipunnes @bemfipunnes

Hari lahir R.A.Kartini, 21 April diperingati sebagai Wijayatunggadewi (pemimpin wanita Kerajaan hari emansipasi wanita Indonesia dan beliau dijadikan Majapahit), dll telah melakukan tindakan nyata dengan simbol emamsipasi wanita negeri ini. Terlepas dari segala segala bentuk perjuangannya, bukan sekedar ide dalam kontroversi penobatan Kartini sebagai tokoh emansipasi kumpulan surat. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada wanita, karena pada dasarnya banyakwanita negeri ini yang Beliau, setiap peradaban manusia pasti melahirkan sudah berbuat lebih daripada Kartini. Ketika Kartini hanya seorang “Kartini”. menyampaikan ide-idenya lewat tulisan dalam surat- “Kartini” sebenarnya hanya simbol penyebutan suratnya kepada sahabat-sahabatnya di Negeri Kincir wanita-wanita hebat yang mau berjuang melawan Angin, sosok seperti Cut Nyak Dien (pemimpin wanita ketidakadilan terhadap perempuan. Bukan sekedar pasukan perang di Aceh) , Malahayati (Panglima angkatan kesetaraaan gender namun hak dan kewajiban perempuan l au t pe r t ama Kera jaaan Aceh) , Tr ibhuwana terhadap segala sesuatu yang bisa mereka peroleh.

Dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional pendidikan.Pasal 1 Ayat 19, Kurikulum adalah seperangkat rencana dan Hasil Kajian Bersamapengaturan mengenai tujuan, isi, danbahan pelajaran serta Jumat (22/3), Departemen Kajian Strategis BEM FIP cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan 2013 menyelenggarakan kajian bersama bertajuk kegiatanpembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan “Kurikulum 2013: Untung Rugi untuk Siapa?”. Berikut tertentu. hasil kajian yang mengemuka;

Dengan demikian kurikulum haruslah disusun untuk Pertama, sampai saat ini dokumen kurikulum masih mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan berubah-ubah.memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan Kedua, implementasi Kurikulum 2013,pemerintah kesesuainnya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan mengabaikan persoalan kekinian. nasional, tuntutan masyarakat, perkembangan ilmu Ketiga, subtansi kurikulum tidak berubah. Hanya pengetahuan dan teknologi serta kesenian yang disesuaikan yang terjadi adalah pengurangan jumlah mata pelajaran dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan. dan penambahan durasi pembelajaran di sekolah.

Secara konseptual, sekurang-kurangnya kurikulum Keempat, kurikulum 2013 menumpulkan daya pendidikan masa depan perlu mangakomodasikan secara kreatif guru. sistematis dimensi-dimensi pengembangan peserta didik. Kelima, metode itegratif pada jenjang Sekolah Dasar

Pertama,pengembangan individu (dimensi pribadi) (SD) terlalu memaksa. yaitu kesadaran beragama, kesehatan jasmani, kesehatan Keenam,Kurikulum 2013 memangkas daya kritsi mental, integritas moral, pengajaran kultural dan rekreasi. siswa

Kedua,pengembangan cara berpikir (dimensi Ketujuh, guru sebagai ujung tombak suksesnya kecerdasan) yaitu penguasaan pengetahuan keterampilan kurikulum masih alami kebingungan. untuk memperoleh dan menyampaikan informasi. Kedelapan, sistem penjurusan berubah menjadi

Ketiga,penyebaran nilai-nilai civic dan moral bangsa peminatan.Mekanisme peminatan siswa Kelas X masih (dimensi sosial), yaitu kerjasama, toleransi, hak dan belum ditetapkan pelaksanaannya. kewajiban civic, kesetiaan, patriotisme dan solidaritas Kesembilan,mata pelajaran bahasa jawa nasional. diintegrasikan kedalam mata pelajaran seni budaya dan

Keempat, pemenuhan kebutuhan sosial yaitu prakarya.informasi dan bimbingan, latihan dan penempatan, dan Kesepuluh, mata pelajaran TIK dihapuskan dan ketrampilan mengerjakan sesuatu sendiri. dijadikan media seluruh mata pelajaran.

Kesebelas,belum dirumuskannya metode evaluasi Menyoal Kurikulum 2013 yang tepat untuk mengetahui kemampuan siswa terhadap Wakil Presiden Boediono mengakui bahwa kita memang hasil belajar.belum punya konsepsi yang jelas mengenai substansi Keduabelas, perubahan kurikulum diluar Rencana pendidikan yang dapat dijadikan kompas bagi begitu Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM).banyak kegiatan dan inisiatif pendidikan di Tanah Air Ketigabelas, proyek perumusan kurikulum 2013 (Kompas, 29 Agustus 2012). mengalami kenaikan anggaran yang signifikan.

Seakan menjawab persoalan, kementrian pendidikan Berdasar pada ketigabelas fakta di atas, akankah dan kebudayaan segera membentuk timahli untuk kurikulum 2013 mampu menjawab persoalan masa depan mengevaluasi kurikulum nasional mulai dari jenjang bangsa...?pendidikan dasar hingga menengah. Hal ini jelas *) Bernaung di BEM FIP Unnes 2013menyampingkan persoalan subtansi dan arah pendidikan. Dept. KastratPemerintah cenderung parsial dalam menyikapi persoalan

Kartini hanya “Simbol” namun Bukan Parade Perayaan, Ia tak akan Mati!by : Annisa A. PGSD ‘10

RubrikOpinimu

BEM FIP : 13 Keruwetan Kurikulum 2013

“PORSIAJUR FIP 2013"

#Mulai 9 mei 2013Dept. Bakmin

WARTEG

Semarak Bulan Katini di Tegal